Minggu, 10 Maret 2013

Hello World,
I want to share this memorable childhood song
Hunter x Hunter versi Indonesia
Check this lyric :)

Peristiwa yang terjadi
Terhempas datangnya pagi
Membuka jendela menghirup udara dalam - dalam'
Melihat semua tingkahmu
Dan ku hanya bisa tersenyum
Di hari kita bertengkar
Terlihat kau tak mu bicara, dan...

Saat semua canda, jika kita berkhayal
Hal - hal yang tak berguna
Di dalam hidup kita
Semua canda yang tlah muncul tanpa pemikiran panjang
Tekradang kita tak sadar mana hal penting...

Reff:
Mari ucapkan selamat pagi
Wujudkan mimpimu lagi
Semoga hari ini, jadi hari yang indah
Ucapkan selamat pagi
Ku senang kau tlah kembali
Bicara denganku lagi
Seolah pertengkaran kita usai...

Aku telah menyadari
Hanya kau satu - satunya
Yang bisa memahamiku lebih dari siapapun
Walau terkadang ku kesal dengan semua prasangka
Tak perlu aku mengatakan karena akulah yang salah
Menghilang dalam diri
Melangkahku bersamamu
Rangkulkan lengah bahumu
Berjalan bersamaku
Karena kau teman terdekat, ku akan selalu bersamamu
Karena persahabantu tak mau berakhir..

Back to reff

Terkadang ku merasa aneh
Dengan semua sikapmu
Terlihat semuanya dari semua tingkahmu
Jika jujur tanpa tulus itu tak berarti apapun
Ketahui hal itu aku sahabatmu...

Mari ucapkan selamat pagi
Wujudkan mimpimu lagi
Semoga hari ini, jadi hari yang indah
Ucapkan selamat pagi
Ku senang kau tlah kembali
Hal - hal sederhana, kadang membuatku kehilanganmu, dan
Mimpi saat terjaga kan membawa...
Ke esok hari yang tlah pasti marry go run goes...

Back to reff

Download link
a href=”http://www.mediafire.com/?6vf3xux2kkakpx4“>Download</a>

Aku, Batu, dan Impianku


Aku menghela nafas panjang, melepas semua kekecewaan yang selama aku pendam sendirian. Ingin rasanya aku berteriak sekeras – kerasnya, meluapkan segala kepenatan dan tekanan batin yang selama ini mendera. Ya, aku gagal lagi, untuk yang kesekian kali.
Aku masih memutar – mutar mouse optik Logitech di kafe internet ini, memelototi barisan nama yang seolah menjadi hall of fame pada ujian seleksi masuk Universitas Gadjah Mada. Aku masih berusaha tidak percaya bahwa namaku tidak ada diantara ribuan orang tersebut. Setengah kesal aku mencari, namun namaku tetap tidak ada diantara peserta dari seluruh penjuru nusantara. Akhirnya aku menyerah dan menerima kenyataan, seraya menutup firefox dan segera berjalan menuju operator.

Pohon Impian


“Kakak, ini soalnya salah gak sih?” seorang anak dari kelompok SD bertanya kepadaku.
“Sini coba kakak lihat. Hmm…gak ada yang salah tuh! Hayoo, kamu ngerjainnya lebih teliti lagi, ya?” aku mengelus kepala anak tersebut sambil tersenyum.
Senang sekali rasanya kembali ke tempat ini. Rumah Pintar atau kami biasa menyebutnya Rupin. Di rumah inilah aku merajut benang – benang mimpi. Dan kini mimpi itu telah menjadi nyata! Aku berhasil menjadi bagian keluarga besar Teknik Metalurgi dan Material Universitas Indonesia.
Rumah ini memang bukan rumah biasa. Walaupun sempit dengan interior yang ala kadarnya, tetapi rumah ini banyak memberi impian pada ratusan anak. Salah satunya adalah aku, Dian Octaviani. Bersama dengan anak – anak jalanan, pengemis, dan anak – anak yang tidak beruntung dalam hal ekonomi, kami membangun rumah ini layaknya sebuah istana megah di tengah perkampungan padat penduduk.